Magister Administrasi Publik UGM

Bintek Strategi Peningkatan PAD Kab. Ngawi

E-mail Print PDF
Pelatihan, Bagi aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, otonomi daerah ternyata belum bisa dioptimalkan untuk menggali potensi daerah dalam pembiayaan publik. Di dalam struktur APBD, tampak bahwa PAD (Pendapatan Asli Daerah) kabupaten Ngawi masih sangat terbatas dengan prosentasi hanya 3,08% dari keseluruhan volume APBD. Jika dibandingkan dengan seluruh kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur, ini berarti Pemda Ngawi menempati urutan ke-tiga dari bawah. Angka ini sangat rendah jika melihat betapa banyak potensi yang dapat digali di Ngawi dari segi pendapatan pajak maupun retribusinya. Berangkat dari keprihatinan inilah maka Pemda Kabupaten Ngawi memberi kepercayaan kepada Magister Administrasi Publik UGM untuk melaksanakan Bintek (Bimbingan Teknis) Strategi Peningkatan PAD. Bintek ini melibatkan semua unsur Dispenda dan dinas-dinas teknis pemungut pajak dan retribusi di Ngawi, kesemuanya sejumlah 66 orang peserta.

Dibuka oleh Wakil Bupati Ir. Budi Sulistiono dan Kepala Dispenda Ngawi Drs. Bambang Purwo Widodo, MM,  bintek selama 3 hari ini disambut antusias oleh para peserta. Cakupan materi yang diberikan adalah sebagai berikut:

  1. Dasar Hukum, Konsep dan Strategi Peningkatan PAD

  2. Sistem dan Prosedur Optimalisasi PAD

  3. Analisis Potensi Daerah

  4. Sistem Informasi untuk Pendapatan Daerah

  5. Studi kasus: Retribusi Jasa Usaha

  6. Studi kasus: Retribusi Jasa Umum

  7. Studi kasus: Retribusi Ijin Khusus

  8. Optimasi Aset Daerah.

Banyak diantara peserta yang bahkan menghitung potensi retribusi jenis tertentu saja belum tahu dan tidak pernah ditingkatkan pengetahuannya. Sebagai contoh, secara umum analisis terhadap potensi pendapatan daerah dapat dilakukan dengan metode analisis makro maupun mikro. Ada teknik-teknik sederhana yang dapat diterapkan dengan menggunakan statistik sederhana hingga perangkat aplikasi komputer yang rumit. Tetapi yang sederhana pun tampaknya belum banyak dipahami oleh para peserta.

Bagi para peserta yang kebanyakan merupakan staff Dispenda dan SKPD pemungut pajak dan retribusi, ajang bintek ini rupanya juga dimanfaatkan untuk meningkatkan koordinasi dan menumbuhkan sinergi dalam perumusan kebijakan mengenai pendapatan asli daerah. Tentu saja kegiatan bintek yang waktunya terbatas itu tidak mungkin dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan peningkatan sumberdaya manusia di kabupaten Ngawi. Tetapi setidaknya kegiatan ini akan dapat membuka wawasan dan memberikan keterampilan teknis baru bagi para staff yang memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang pendapatan daerah. Semoga.